Melihat Rupa Iklan Zaman Kolonial Belanda

Perkembangan periklanan di Indonesia tentunya tida terlepas dari sejarah kolonialisme Belanda. Awal penggunaan iklan pada masa kolonial dimulai saat era Jan Pieterszoon Coen menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Batavia (1619-1629). Awalnya iklan digunakan untuk menyampaikan informasi ataupun pesan-pesan perdagangan, Seperti Misalnya berisi tentang teritorial wilayah dagang VOC. Pada era kolonial, salah satu media populer untuk menyebarkan iklan adalah media cetak. Dapat dikatakan pada masa itu iklan dan pers media cetak bagaikan dwitunggal yang tak terpisahkan.

Tahun 1893 Pemerintah Hindia Belanda mendirikan percetakan negara di Jakarta. Pengetahuan mengenai dunia percetakan lambat laun mengalami perkembangan. Beberapa produk seperti etiket/label, sampul buku/majalah, iklan koran, serta iklan yang dicetak pada enamel mulai bermunculan. Dunia periklanan sendiri berkembang seiring dengan kemajuan pengetahuan terutama di bidang perekonomian dan industri.

Liberalisasi ekonomi pada abad ke-20 membawa dampak besar karena banyaknya modal asing yang masuk ke Hindia-Belanda. Perkembangan di bidang periklanan ternyata tidak hanya dipengaruh oleh perkembangan ekonomi dan industri, melainkan juga budaya. Jejak kebijakan politik etis di awal abad ke-20 mengakibatkan perubahan budaya pada masyarakat Hindia-Belanda.  Budaya modern ala barat  mulai menginternalisasi dan diadopsi oleh beberapa kalangan pribumi tertentu.

Pada masa itu, barang-barang untuk memenuhi kebutuhan hidup telah banyak tersedia di berbagai kota besar seperti Batavia dan Surabaya. Iklan yang beredar pada waktu itu diantaranya iklan rokok, minuman, obat-obatan, tembakau, pasta gigi, sabun, radio, sepeda, sepeda motor bahkan mobil dan perjalaan wisata. Berbagai iklan ditulis dalam bahasa belanda, melayu, dan jawa. Salah satu desainer advertensi yang terkenal di Hindia-Belanda adalah Jan Lavies (1902-2005), seorang pemuda Belanda lulusan Royal Academy Belanda. Lavies mendesain berbagai macam iklan, dari mulai iklan pariwisata,perhotelan, sampai iklan pertunjukan teater.
Berikut adalah beberapa contoh iklan pada masa kolonial:


1. Iklan Rokok Faroka

Sumber: Setianingrum,Yuhana. 2012. Kreativitas dalam Desain Iklan Rokok di Jawa, 1930-1970an. lembaran sejarah. Vol 9. No.2
N.V Faroka atau Naamlotose vennotschap tot Exploitate van Ciggarrettenfabrieken Faroka adalah cabang perusahaan asal Belgia yang bernama NV Tobacofina.  Dalam iklan tersebut terdapat logo perusahaan yang bertujuan untuk mengenalkan identitas produk pada masyarakat.

2. Iklan Kamera Kodak
Sumber: koleksitempodoeloe.blogspot.com
Kodak adalah kamera yang populer pada zamannya. Dalam iklan tertera harga mulai dari f 36.30.
Ciri khas dalam iklan era tersebut adalah terdapat simbol ekonomi, yaitu penggunaan mata uang Gulden atau Florin (f.) sebagai alat pembayaran, seperti yang tertera dalam ikln tersebut.

3. Iklan Pacul Maesa
sumber:dgi.or.id
Produk pertanian juga menjadi komoditas yang di iklankan. Iklan pacul maesa menggunakan bahasa Jawa beserta idiom lokal agar pesan dalam iklan tersampaikan pada sasaran konsumen, yaitu petani. Produk tersebut diproduksi oleh Lindeteves-Stockvis, perusahaan manufaktur baja yang berlokasi di Hindia-Belanda.

4. Iklan Motor Harley Davidson
sumber: www.conam.info
Iklan tersebut dipublikasikan tahun 1931, dijual oleh perusahaan importir besar W. Ph. van Laar. 
Keseluran isi iklan menggunakan bahasa Belanda menandai masih terbatasnya segmen pasar karena bahasa belanda hanya dimengerti oleh orang belanda itu sendiri serta beberapa pribumi mengah atas.

5. Iklan Margarin Planta
sumber: dgi.or.id
Planta Margarin menawarkan gaya hidup sehat dengan makanan yang bervitamin. Nampaknya budaya memakan roti sudah dilakukan oleh kaum ilander.

6. Iklan Mobil Fiat 
sumber: www.conam.info
Iklan FIAT tipe 509 dan 520 dipublikasian tahun 1929. Arti teks yang ada di dalam iklan kurang lebih: Eropa terbukti perannya dalam otomotif. Fiat terbukti perannya dalam otomotif eropa.

7. Iklan Sandal Cap Matjan
sumber: koleksitempodoeloe.blogspot.com
Sandal "Matjan" merupakan produk sandal jepit lokal. Sandal sudah cukup umum digunakan oleh masyarakat Hindia-Belanda pada saat itu.

8. Iklan Sabun Lux

sumber: dgi.or.id
 Berbagai produk impor seperti sabun menandai hadirnya  budaya modern ala barat.

9. Iklan Perusahaan Penerbangan KNILM
sumber: dgi.or.id
KNILM atau Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij adalah perusahaan penerbangan asal Belanda  menawarkan penerbangan ke Jawa dengan menampilkan kemegahan borobudur sebagai daya tarik wisatawan.

10. Iklan Rokok Marikangen
 sumber: blog.unnes.ac.id
Kalender produk rokok Marikangen merupakan sebuah merchandise yang dibagikan untuk pelangganTampilan perempuan anggun pada produk rokok cukup lumrah pada era 1930-an. Hal itu bertujuan untuk menjaring wanita kelas menengah keatas.

Belum ada Komentar untuk "Melihat Rupa Iklan Zaman Kolonial Belanda "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel