Pertempuran Kursk: Pertempuran Tank Terbesar Di Dunia

Salah satu pertempuran terbesar yang pernah terjadi pada Perang Dunia II adalah Pertempuran Kursk. Pertempuran ini sendiri dikenal sebagai Pertempuran Tank Terbesar di Dunia. Pertempuran Kursk terjadi pada bulan Juli 1943, di sekitar kota Kursk yang terletak bagian barat Rusia. Pertempuran ini sendiri muncul ketika Jerman berusaha melakukan ofensif terakhir di  Eropa Timur dengan meluncurkan operasi militer Citadel. Operasi ini sendiri muncul karena sebagai balas dendam kekalahan Hitler di Pertempuran Stalingrad. Pertempuran ini sendiri bisa dikatakan sebagai titik balik Perang Dunia II di eropa Timur. Semula Jerman yang begitu ofensif dan hampir menundukan Uni Soviet, berbalik menjadi defensif menghadapi gempuran Uni Soviet.

Kekalahan Jerman di Stalingrad Sebagai Latar Belakang

Juni 1942, Pasukan Hitler menuju kota Stalingrad untuk direbut. Kota tersebut merupakan kota strategis yang dimiliki oleh Uni Soviet. Hitler sendiri menganggap bahwasannya merebut kota tersebut akan berjalan mudah. Namun ternyata dugaan tersebut salah, Tentara Merah dan warga sipil bahu membahu untuk menahan gempuran pasukan Jerman. Mereka berjuang mati-matian untuk mempertahankan kota Stalingrad. 
sumber: britannica.com

Tentara Merah berhasil membangun neraka bagi pasukan Hitler di Stalingrad. Pertempuran sengit pun terjadi antara kedua belah pihak. Pertahanan Tentara Merah begitu kokoh sehingga membuat frustasi Tentara Jerman. Kebrutalan perang yang mengerikan terjadi diantara dua belah pihak yang bertempur. Bisa dikatakan Pertempuran Stalingrad merupakan pertempuran terbrutal selama Perang Dunia II. 

Memasuki pertengah November 1942, situasi berbalik menguntungkan Uni Soviet, pihak Jerman mendapati bahwasannya mereka sudah kalah jumlah, kalah persenjataan, logistik makanan dan obat-obat pun sudah hampir habis. Selain terkepung oleh Tentara Merah, mereka juga menghadapi musuh besar lainnya yaitu musim dingin yang brutal ala Rusia. Hitler tetap menyuruh mereka untuk bertahan sampai titik darah penghabisan. Hitler juga menjanjikan bantuan logistik dan pasukan tambahan. Namun hal tersebut tidak terealisasi. Pada akhirnya Jenderal Friedrich Paulus pemimpin pasukan Jerman di Stalingrad menyerahkan diri bersama pasukannya ke pihak Tentara Merah pada 2 Februari 1943. 

Bagi Hitler, tindakan Paulus merupakan tindakan penghianatan dan membuat malu Hitler. Hal ini nantinya mendorong pihak Jerman untuk sekali lagi menginvasi Uni Soviet. Hitler masih ingin menunjukan kepada dunia bahwasannya ia tidak terkalahkan. Ia ingin operasi ofensif besar ini menyelsaikan Perang Dunai II di front timur dan menundukan Uni Soviet secara permanen.

Persiapan Operasi Kursk

Secara posisi Kursk strategis karena posisinya pas di tengah Uni Soviet. Dengan menaklukan kursk maka akan menciptakan tonjolan besar dan mampu mengusai kota-kota Uni Soviet yang strategis termasuk dalam hal ini ibu kota Uni Soviet, Moscow.  Hal ini juga dilihat sebagai upaya pembuktian Hitler kepada sekutunya dan dunia bahwasannya kekuatan Jerman tetap kuat dan tidak terkalahkan di front timur eropa.

Dua pertempuran besar yaitu Operasi Barbarossa dan Stalingrad telah banyak melemahkan pasukan Hitler baik itu secara logistik atau pun secara moral. Banyak tentara Jerman yang terbunuh dalam dua pertempuran besar tersebut. Untuk mengisi kekosongan tentara, Hitler merekrut veteran Perang Dunia I yang banyak sudah tua dan remaja dari organisasi young hitler. Hal ini sebenarnya bentuk keputusasaan Hitler untuk tetap bisa menaklukan Uni Soviet.

Sebenarnya ada kesempatan emas yang dilewatkan oleh pasukan Jerman untuk menaklukan Tentara Merah di Kursk. Maret 1943, pasukan Jerman yang dipimpin oleh Erich Von Manstein berhasil menghancurkan perlawanan Tentara Merah di Belgorod dan Kharkhov yang terletak di Selatan Kursk. Namun kesempatan tersebut dilewatkan, pasukan Jerman lebih memilih untuk menyatukan kekuatan kembali untuk mempersiapkan operasi militer besar selanjutnya.
Erich Von Manstein 

Sebelum dimulainya operasi militer kursk, Jerman telah mengumpulkan tentara kurang lebih 900.000 orang, 10.000 senjata mortir, 3.200 tank, dan 2100 pesawat. Rencana ofensif kursk atau biasa disebut sebagai operasi citadel sudah tercium oleh pihak Uni Soviet.  Tentara Merah mengumpulkan  tentara sebanyak 2.50.000, 20.000 senjata mortir, 7400 tank, dan 3100 pesawat,  Kedua belah pihak siap untuk bertempur habis-habisan.

Hitler Menunda Operasi Kursk

Meskipun ada peringatan dari beberapa jenderalnya untuk tidak melanjutkan Operasi Citadel (Kursk) karena benteng besar Tentara Merah, Hitler tetap bertekad untuk maju dan meneruskan operasi tersebut, tetapi tidak sesegera mungkin untuk dilakukan.  Mulanya operasi tersebut dijadwalkan pada 3 Mei 1943, tetapi Hitler memilih untuk menunggu cuaca yang lebih baik dan  menunggu tank-tank terbaru Jerman yaitu Panther dan Tiger.
Tank Tiger

Uni Soviet mengambil keuntungan dari penundaan operasi tersebut dengan memperkuat zona pertahanan mereka di sekitar Kursk yang termasuk menaruh perangkap tank, jerat kawat berduri dan hampir satu juta ranjau anti-personil dan anti-tank. Dengan bantuan besar warga sipil Kursk, mereka juga menggali jaringan parit luas yang membentang setidaknya 2.500 mil.

Blitzkrieg (serangan kilat) yang sukses tergantung pada elemen kejutan dan tidak diketahui oleh musuh.  Jerman telah kehilangan kesempatan untuk Blietkrieg karena penundaaan operasi. Lebih buruk lagi, Intelijen Inggris telah memecahkan kode rahasia Wehrmacht Jerman yang terkenal dan memasok informasi tersebut kepada intelijen kepada Soviet. Soviet tahu arah datang serangan Jerman di Kursk. Hal ini membuat pasukan Tentara Merah jauh lebih siap menghadapi pasukan Jerman

Operasi Citadel Dimulai

Pada dini hari tanggal 5 Juli 1943, di antara ladang gandum kuning yang indah yang mengelilingi tonjolan Kursk , Operation Citadel Jerman diluncurkan. Sebelum Jerman menyerang terlebih dahulu, Soviet meluncurkan pemboman dengan harapan dapat mencegah dan menahan pasukan Jerman. Hal itu berhasil ditandai dengan menahan satu setengah jam pasukan Jerman tapi tidak memiliki dampak kehancuran serius terhadap pasukan Jerman
Sumber: warhistoryonline.com

Jerman lalu melepaskan serangan artileri yang didukung oleh Luftwaffe (angkatan udara Jerman). Kemudian pagi itu VVS (angkatan udara Soviet), menyerang lapangan terbang Jerman tetapi tidak berhasil. Namun, pertahanan darat yang dibuat oleh Tentara Merah mampu mencegah pergerakan maju tank-tank Jerman.

Pertempuran Prokhorovka

Di selatan Kursk, Jerman berhasil membuat kemajuan dengan menguasai wilayah pemukiman kecil di Prokhorovka, sekitar 50 mil tenggara Kursk. Pada tanggal 12 Juli, tank-tank dan senjata-senjata artileri berat  Tentara  ke-5 Uni Soviet  bentrok dengan tank-tank dan senjata-senjata artileri Korps SS-Panzer II Jerman.

Tentara Merah menderita kerugian besar tetapi tetap berhasil mencegah Jerman menguasai Prokhorovka dan menembus sabuk pertahanan yang dibuat. Pertahanan kokoh yang sudah dibuat jauh-jauh hari membuat pasukan Jerman putus asa dan  mengakhiri ofensif Jerman. Pertempuran Prokhorovka sering disebut sebagai pertempuran tank terbesar dalam sejarah
sumber: weaponews.com

namun, sejarawan militer Rusia baru-baru ini  mengakses  arsip Soviet militer Soviet, bahwasannya pertempuran tank terbesar seharusnya  dimiliki oleh  Pertempuran Brody yang mana pertempuran itu tidak banyak diketahui oleh sejarawan yang menulis tentang Perang Dunia II. Pertempuran itu sendiri terjadi pada 1941.

Ofensif Jerman Terhenti dan Soviet Mulai Menyerang Balik

Pada 10 Juli 1943, pasukan Sekutu mendarat di pantai Sisilia, memaksa Hitler meninggalkan fokusnya terhadap Operasi Citadel dan mengalihkan kembali divisi Panzer ke Italia untuk menggagalkan pendaratan Sekutu di Italia. Walaupun begitu,  Jerman tetap  berusaha melakukan serangan kecil di selatan Kursk, yang dikenal sebagai Operasi Roland tetapi ofensif tersebut tidak dapat menembus kekuatan Tentara Merah dan Pasukan Jerman mulai  menarik diri setelah beberapa hari kemudian.

Sementara itu, Soviet melancarkan mulai meluncurkan serangan balasan terhadap Jerman dengan meluncurkan Operasi Kutuzov, di utara Kursk pada 12 Juli. Mereka menerobos garis Jerman di Orel pada 24 Juli. Hal ini mendorong pasukan kembali ketitik awal Citadel. Operasi ini merupakan titik awal ofensif Uni Soviet sampai nantinya berhasil menduduki wilayah Jerman.

Setelah Pertempuran Kursk

Soviet berhasil memenangkan Pertempuran Kursk dan mengakhiri impian Hitler untuk menaklukkan Daratan Uni Soviet. Jerman tidak mampu menembus pertahanan kuat yang dibuat oleh Tentara Merah dan rakyatnya. Tetapi Soviet harus membayar kemenangan tersebut dengan pengorbanan yang besar. Soviet lebih banyak kehilangan korban jiwa dibandingkan dengan Jerman. Data korban pasti sulit didapat, tetapi diperkirakan ada 800.000 korban Soviet sedangkan Jerman  200.000 korban Jerman.

Beberapa sejarawan percaya angka-angka itu jauh lebih rendah daripada korban yang sebenarnya. Dengan berakhirnya pertempuran Kursk, Jerman yang  sebelum-sebelumnya mampu menggilas Uni Soviet kini sudah tidak mampu lagi dan hanya bisa menerapkan strategi bertahan sampai berakhirnya Perang Dunia II. Selain itu, pertempuran Kursk menguras banyak sumber daya jerman baik itu sumber daya alam dan manusia.  Angkatan Perang Jerman yang terkenal kuat dan tidak terkalahkan  dengan persenjataan lengkapnya untuk seterusnya akan rontok oleh Soviet dan Sekutu.

Disadur dari: https://www.history.com/topics/world-war-ii/battle-of-kursk

Belum ada Komentar untuk "Pertempuran Kursk: Pertempuran Tank Terbesar Di Dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel