Sejarah Penggunaan Senjata Biologis di Dunia

Ramai berita bahwasannya virus corona yang sedang menjangkiti orang-orang di dunia merupakan salah satu senjata biologis yang bocor yang dimiliki oleh Cina. Entah rumor itu benar atau tidak. Paling tidak manusia sejak dahulu kala sudah mempergunakaan senjata biologis dalam peperangan yang dijalaninya. 

Secara sederhana senjata biologis yaitu penggunaan mikroorganisme (seperti bakteri, virus, atau jamur) atau racun (senyawa beracun yang diproduksi oleh mikroorganisme) yang ditemukan di alam atau pun buatan yang dipergunakan untuk membunuh atau melukai orang-orang.

Berikut ini adalah catatan sejarah singkat penggunaan senjatan biologis yang pernah tercatat dalam sejarah manusia:

  • Catatan terkuno yaitu datang dari Peradaban Mesopotamia tepatnya orang Iran kuno (Bangsa Skithia). Para pemanah perangnya telah mencelupkan  panah yang dipakai di dalam mayat-mayat yang telah membusuk dan kotoran hewan. Hal ini tercatat pada 400 SM. Pada tahun 300 SM. Catatan Persia, Yunani, dan Romawi juga menceritakan penggunaan hewan mati untuk mencemari sumur dan sumber air penting lainnya. Hewan mati tersebut diceburkan agar mengotori dan meracuni airnya. Tercatat juga pada tahun 190 SM, Raja Hannibal berhasil memenangkan pertempuran dengan melawan Raja Eumenes dari Pergamon dengan melemparkan banyak ular berbisa ke kapal musuhnya. 
  • Pada Abad ke-12 M, Raja Barbarossa menggunakan mayat-mayat yang telah membusuk untuk meracuni sumur yang dipakai oleh musuhnya. Dua abad kemudian, Pasukan Tatar yang menyerang kota-kota musuhnya melemparkan mayat-mayat yang telah terinfeksi wabah pes. Hal ini dimaksudkan untuk menyebarkan wabah di wilayah musuh. Seperti yang diketahui bahwasannya wabah pes atau maut hitam merupakan sesuatu yang ditakuti pada masa tersebut. Pelemparan mayat yang terjangkit wabah pes terulang lagi pada tahun 1710, ketika pasukan Rusia mengepung pasukan Swedia.
  • Pada Perang Tujuh Tahun Perancis vs Inggris tahun 1754-1763. Orang Inggris dibawah komando Sir Jeffrey Amherst memberikan selimut yang pernah digunakan oleh korban cacar kepada penduduk asli Amerika (Indian). Seperti yang diketahui pada waktu itu orang Indian merupakan sekutu dari Perancis. Hal ini dimaksudkan agar orang-orang Indian terinfeksi cacar. 
  • Perang sipil Amerika yang berlangsung dari 1861-1865 juga terjadi penggunaan senjata biologis. Kedua belah pihak yang berkonflik diduga menggunakan virus cacar sebagai senjata. 
Memasuki abad 20 yang biasa disebut sebagai era modern karena adanya industrialisasi besar-besaran juga masih terjadi penggunaan senjata biologis di medan pertempuran.
  • Selama Perang Dunia I negara yang paling gencar menggunakan senjata biologis adalah Jerman. Negara tersebut menggunakan dan mengembangkan virus dan bakteri yang ada seperti antraks dan kolera untuk membunuh orang-orang. Menggunakan Glanders untuk membunuh ternaknya. Menggunakan bakteri khusus untuk merusak gandum yang merupakan makanan pokok. Tercatat mereka pernah menggunakan senjata tersebut di St. Petersburg, Rusia. 
  • Pada Perang Dunia II unit 731 yang merupakan unit penelitian perang biologis Jepang melakukan eksperimen biologis yang keji dan tidak manusiawi. Tercatat mereka pernah melakukannya di Manchuria. Mereka melakukan eksperimen biologis pada 3000 orang. Orang-orang tersebut nantinya akan diinfeksi berbagai macam penyakit yang ada seperti antraks, sifilis, dan penyakit lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengamati efek-efek yang terjadi akibat percobaan infeksi tersebut. Orang-orang tersebut akhirnya banyak yang meninggal karena penyakit yang menginfeksinya dan banyak juga yang dieksekusi begitu saja.
  • Amerika pada Perang Dunia II juga membentuk unit khusus biologis yang bernama War Research Service yang mempunyai tugas khusus untuk mengembangkan anthrax dan racun botulinum. Amerika rencananya akan menggunakan keduanya pada bulan Juni 1944 andaikan Jerman menyerang dengan senjata biologis juga. Inggris sendiri sebagai sekutu Amerika juga tidak mau kalah dengan Amerika. Inggris pada tahun 1942 dan 1943 melakukan uji coba bom antraks di Pulau Gruinard.
  • Selama Perang Vietnam, tentara Vietcong menggunakan tongkat punji tajam yang telah dicelupkan kedalam tinja. Hal ini dimaksudkan agar terjadi infeksi parah setelah prajurit musuh ditikam oleh tongkat tersebut.
  • Pada tahun 1979, terjadi insiden kebocoran senjata biologis Antraks di laboratium militer Sverdlovsk, Uni Soviet. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 66 orang. Awalnya pemerintah Soviet mengklaim bahwasannya orang-orang yang tewas tersebut keracunan daging. Namun ketika Uni Soviet bubar fakta sebenarnya terbuka, Presiden Rusia Boris Yeltsin mengatakan insiden tersebut merupakan kecelakaan senjata biologis. 

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Penggunaan Senjata Biologis di Dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel