Rothschild: Keluarga Yahudi yang Menguasai Dunia

Siapa yang tidak mengenal kelurga Rothschild? Sebuah keluarga Yahudi yang terlibat dalam bisnis keuangan. Kisah mereka sendiri tergolong kisah legendaris. Keluarga tersebut sering disebut dalam berbagai macam teori konspirasi di  dunia. Konspirasi merupakan area abu-abu yang kebenarannya belum teruji. Namun bagaimana pun juga fakta berbicara bahwa  mereka tercatat sebagai keluarga Yahudi terkaya di dunia. Orang-orang hanya fokus pada teori konspirasi yang meliputi mereka, namun lupa menanyakan "mengapa kelurga Rothschild bisa bergelimang harta dan dikatakan menguasai dunia?"

Untuk menjawab pertanyaan itu, ada baiknya kita mundur kebelakang tepatnya abad pertengahan di Eropa. Seperti yang kita ketahui, pada abad pertengahan atau middle age segala aspek kehidupan masyarakat Eropa dipengaruhi oleh otoritas gereja. Pada saat itu, orang-orang Yahudi mendapat perlakuan buruk di eropa. Mereka cendrung dimusuhi oleh dunia Kristen Eropa. Permusuhan tersebut biasanya diiringi oleh genosida. Sudah banyak peristiwa sejarah yang menceritakan hal tersebut. contoh pembantaian Yahudi terkenal pada abad pertengahan adalah Pembantaian Strasbourg pada 14 Februari 1349.

Pada abad pertengahan, banyak orang Yahudi bermukim di wilayah Kekaisaran Romawi Suci (Holy Roman Empire) wilayah tersebut kini dikenal sebagai negara Jerman. Orang Yahudi disana tinggal di wilayah khusus (ghetto). Wilayah permukiman Judengasse merupakan salah satu wilayah tertua permukiman Yahudi yang terletak di Frankfurt. Keluarga Rothschild tinggal di daerah tersebut.

Rumah orang Yahudi berbeda dengan rumah orang eropa, yang pada umumnya  biasanya ditandai dengan nomor. Orang Yahudi menggunakan simbol khusus sebagai penanda rumah mereka. Keluarga Rothschild menggunakan tanda simbol perisai merah pada rumah mereka. Simbol tersebut sebenarnya representasi dari nama mereka . Roth berarti merah, schild artinya perisai. Keluarga Rothschild telah menetap di Frankfurt dan menempati rumahnya sejak tahun 1528.

Kelurga Rothschild sejak dulu sudah terlibat dalam bisnis keuangan. Praktek bisnis tersebut tentunya penuh dengan bunga. Dimana dunia kekristenan melarang umatnya untuk terlibat dalam bisnis tersebut. Praktek bisnis mereka justru kedepannya merupakan landasan penting bagi revolusi industri dan kapitalisme. Bisa dikatakan mereka sudah mempunyai pondasi penting untuk menjadi keluarga kaya raya di masa depan.

Salah satu generasi terbaik dari kelurga Rothschild adalah Mayer Amschel Rothschild. Ia lahir pada 23 Februari 1744. Ia mengambil alih bisnis keluarga pada 1763. Walaupun terhitung sangat muda ia mampu menjalankan bisnis keluarga dengan baik. Mayer Rothschild akhirnya mempunyai reputasi terkenal. Hal inilah yang membuat penguasa dari Kekaisaran Romawi Suci, Wilhelm IX memperkerjakannya dan memberikan kepercayaan untuk mengelola hartanya pada tahun 1785.

Situasi Eropa berubah secara drastis pasca terjadinya Revolusi Perancis pada tahun 1789. Revolusi tersebut melahirkan sosok Napoloen yang ingin menguasi Eropa. Pada tahun 1806 Napoleon menyerbu wilayah Wilhelm IX. Situasi tersebut sudah diperhitungkan oleh Mayer Rothschild. Ia lalu mengirim anaknnya, Nathan Mayer Rothschild untuk memindahkan harta benda milik Wilhelm IX ke Inggris.

Kekayaan tersebut nantinya akan dipinjamkan ke pihak Inggris sebagai biaya untuk melawan Napoleon. Pinjaman tersebut tentunya berbunga dan akan dibayarkan pasca perang melawan Napoleon. Pada akhirnya Inggris berhasil mengalahkan Napoleon di Pertempuran Waterloo pada tahun 1815. Nathan Rothschild tentunya untung besar atas kemenangan itu.

Sebelumnya terjadinya kemenangan tersebut, pada tahun 1812 Mayer Rothschild sudah meninggal terlebih dahulu. Namun anak-anaknya sudah sudah disebar di kota-kota penting Eropa untuk menjalankan bisnis yang sama. Nathan di Inggris,  James Mayer de Rothschild di Perancis,  Amschel Mayer Rothschild di Jerman,  Salomon Mayer von Rothschild di Austria,  dan Carl Mayer von Rothschild di Napoli Italia.

Pada tahun 1818 keluarga Rothschild resmi mendapatkan gelar bangsawan dari penguasa terakhir Kekaisaran Romawi Suci Francis II. Dalam hal praktek bisnis, kelimanya mempunyai pola yang sama yaitu meminjamkan kekayaan mereka kepada penguasa-penguasa eropa. Contohnya James Mayer menjadi kreditor dari raja Leopold I dari Belgia. Dengan meminjamkan hartanya, mereka tidak saja mendapatkan bunga namun hak-hak khusus dalam perekonomian. Sebagaimana yang diketahui pada waktu itu negara-negara Eropa memiliki banyak tanah jajahan yang kaya, serta sedang mengalami masa industrialisasi.

Setiap ada gejolak politik di Eropa yang meruntuhkan suatu pemerintahan atau menggantikan pemerintahan, maka Keluarga Rothschild muncul sebagai malaikat yang memberikan pinjaman. Contohnya pada peristiwa Revolusi Perancis 1830 yang dikenal sebagai Revolusi Juli. Cabang Rothschild di Perancis memberikan pinjaman kepada pihak-pihak yang membutuhkan dananya. Pada tahun 1820 aset keluarga Rothschild di Perancis berkisar lima juta dollar. Tiga puluh tahun kemudiana atau tepatnya pada tahun 1850 nilainya menjadi 100 kali lipat atau 500 juta dollar.

Pada dasarnya praktek yang dijalankan keluarga Rothschild sama dengan praktek IMF saat ini. Memberikan pinjaman, menstabilkan ekonomi, dan mengambil keuntungan besar dari pinjaman yang diberikan. Namun usaha mereka tidak hanya menggurita dalam bidang keuangan tetapi banyak juga diluar bidang tersebut. Contohnya pada tahun 1795 mereka membeli sebagian saham Terusan Suez. Pada tahun 1883 mereka mendanai eksplorasi minyak besar-besaran di Baku, Azerbeijan. Mereka pemilik saham mayoritas perusahaan berlian De beers dan Rio Tinto yang merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia sampai saat ini.

Namun tidak semua bisnis keuangan kelurga Rothschild di Eropa  bertahan lama. Cabang  Frankfurt, Jerman telah tutup pada tahun 1900 karena tidak ada pewaris laki-laki . Cabang Naples tutup 1861 karena Naples sudah tidak dianggap sebagai wilayah potensial lagi. Hanya tersisa cabang Perancis, Austria, dan Inggris. Namun walau bagaimana pun aset mereka di Naples dan Frankfurt masih ada.

Memasuki abad ke-20 situasi perpolitikan mulai berubah. Amerika muncul sebagai negara kaya baru. Fasisme menguat di Eropa pasca berakhirnya Perang Dunia I. Wilayah Jerman dan Austria yang tadinya merupakan wilayah yang nyaman bagi keluarga Rothschild menjadi wilayah yang mengerikan bagi mereka. Sebab munculnya sosok Adolf Hitler dengan partai NAZI nya yang membawa nilai-nilai anti yahudinya.

Keluarga Rothschild menjual sebagian aset mereka di Jerman dan Austria, lalu mereka melarikan diri dengan aset yang bisa dibawa. Adolf Hitler merebut aset-aset yang tersisa yang dimiliki keluarga Rothschild baik itu di Jerman dan di Austria. Pada akhirnya, bisnis keuangan di Austria runtuh karena diberangus oleh NAZI.

Pada puncaknya, NAZI menyandra salah satu anggota kelurga Rothschild yaitu Louis Nathaniel de Rothschild pada tahun 1938. NAZI meminta tebusan sebesar $21.000.000 yang nilainya saat ini sebesar $375 juta dollar. Penyandraan itu dinilai sebagai salah satu penyandraan dengan tebusan terbesar di dunia. Kelurga Rothschild akhirnya membayar tebusan tersebut. Satu tahun kemudian  perang Dunia II pecah, NAZI Jerman berhasil menduduki Perancis. Nasib apes yang sama juga diterima keluarga Rothschild di Perancis. Pihak NAZI pun  merampas aset mereka dan tidak ketinggalan  NAZI mengambil barang seni keluarga mereka yang bernilai tinggi.

Pada akhirnya hanya cabang Inggris yang utuh. Pasca kekalahan Hitler, cabang Perancis mulai dihidupkan kembali. Namun tahun 1982 Bank yang mereka miliki di nasionalisasi oleh pihak sosialis Perancis. Salah satu keluarga Rothschild yang bernama Edmon de Rothschild.  membuka cabang baru di Swiss.

Kekayaan Kelurga Rothschild kini terbagi  dibanyak keturunan dan pewaris. Tidak diketahui secara pasti, berapa kira-kira kekayaan keluarga Rothschild secara keseluruhan saat ini. Yang bisa dikatakan bahwasannya mereka merupakan keluarga yahudi terkaya sepanjang sejarah.

Sumber:
https://www.britannica.com/topic/Rothschild-family
https://www.investopedia.com/updates/history-rothschild-family/
https://www.rothschildarchive.org/business/c_m_de_rothschild_and_figli_naples/
https://en.wikipedia.org/wiki/Rothschild_family
https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Nathaniel_de_Rothschild

2 Komentar untuk "Rothschild: Keluarga Yahudi yang Menguasai Dunia"

  1. Depression takes a holiday! Depression is the simplest mental illness to to stop, to pause, to relieve, cbc gummies yet day after day, in hospitals all over the country, doctors still attempt to cure depression without making patients aware of the very relief that is available to them for free.

    BalasHapus
  2. Saya menemukan banyak hal menarik di blog ini, salah satunya adalah topik yang sedang Anda bahas ini. Saya telah mencoba mencarinya beberapa waktu lamanya dan tidak berhasil memperolehnya dimana pun. Untungnya hari ini saya menemukannya di halaman Anda ini. Saya harus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apa yang telah Anda muat di halaman ini. Teruslah menulis hal bermanfaat untuk banyak orang. Salam

    Catering Jakarta

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel