Sejarah Singkat Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan salah negara yang terletak di Benua Amerika tepatnya di bagian utara. Amerika Serikat yang biasa disingkat AS, sebuah negara republik konstitusional federal yang terdiri dari lima puluh negara bagian. Ibu kota Amerika Serikat sendiri terletak di Washington, D.C. Jumlah penduduk Amerika Serikat kini kurang lebih 315 juta jiwa.

Penduduk Amerika Serikat sendiri bukanlah orang asli dari Amerika. Penduduk Amerika Serikat merupakan kumpulan para imigran yang telah bermukim lama di tanah Amerika Serikat. Bukan berarti penduduk asli tidak ada, namun jumlah mereka terlalu sedikit dibandingkan imigran pendatang. Bisa dibilang Amerika Serikat sendiri merupakan negara multi etnik yang datang dari berbagai macam latar belakang yang berbeda.
sumber: geotimes.com
Pada akhir abad ke-19, Amerika Serikat muncul sebagai kekuatan ekonomi baru yang kuat menggantikan Inggris. Pasca Perang Dunia I dan Perang Dunia II semakin menunjukan dominasi Amerika pada abad ke-20. Amerika Serikat muncul sebagai negara adidaya yang sangat berpengaruh dan memimpin ideologi kapitalisme.

Amerika Serikat sebelum sekarang ini mempunyai musuh kuat dalam Perang Dingin yaitu Uni Soviet. Selama puluhan tahun mereka berusaha menanamkan hegemoninya, Amerika Serikat dengan kapitalismenya dan Uni Soviet dengan komunismenya.  Pada akhirnya Amerika Serikat memenangi pertempuran Perang Dingin dengan ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet.

Dengan berakhirnya Perang Dingin menjadikan Amerika Serikat satu-satunya negara adidaya yang berpengaruh hingga saat ini.  Hingga saat ini Amerika Serikat menjadi negara terkuat dalam bidang ekonomi dinilai dari PDB yang dihasilkan. Majunya perekonomian tersebut sebenarnya didukung oleh tiga hal penting. Pertama Amerika Serikat merupakan negara kaya akan sumber daya alam, kedua Amerika Serikat mempunyai Sumber Daya Manusia yang mumpuni, dan yang terakhir adalah ketersediaan infrastruktur yang mendorong perekonomian.

Dalam konteks sekarang ini, mustahil negara tidak menjalin hubungan dengan negara lainnya. Termasuk dalam hal ini Amerika Serikat pasti menjalin hubungan dengan negara-negara lainnya atau pun organisasi internasional. Tentunya Amerika Serikat menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia. Hubungan diplomatik ini bisa didefinisikan sebagai hubungan dengan perantara perwakilan antara dua negara.

Secara resmi, hubungan diplomatik kedua negara ditandai dengan pembukaan Kedutaan Besar di masing-masing negara. Tanggal 28 Desember 1949, AS membuka Kedutaan Besar di Jakarta dan menunjuk Duta Besar AS pertama untuk Indonesia, Horace Merle Cochran. Tanggal 20 Februari 1950, Indonesia menunjuk Dr. Ali Sastroamidjojo sebagai Duta Besar RI pertama untuk AS.

Indonesia merupakan suatu negara yang menarik untuk menjadi sorotan bagi para pengamat hubungan internasional. Negara ini memiliki kerentanan untuk dijadikan sebagai objek perlombaan penyebaran pengaruh oleh negara-negara besar yang memiliki kepentingan terhadap Indonesia mengingat posisi geografis Indonesia yang strategis yang berada di persilangan dua samudra dan dua benua, wilayah yang luas, sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar.

Franklin B. Weinstein menganalogikan posisi Indonesia di dunia internasional layaknya “gadis cantik” yang selalu dilirik, digoda dan ingin dimiliki atau dikuasai oleh negara-negara besar. Melalui konsepsi politik luar negeri “bebas aktif” yang dicetuskan oleh Muhammad Hatta pada 2 September 1948, Indonesia berhasil menempatkan posisinya sebagai negara yang menjadi subyek ataupun aktor utama yang mampu dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis berkaitan dengan kepentingan ataupun konflik dalam kawasan.

Melalui politik luar negeri bebas aktif pula Indonesia dapat memainkan peran yang relatif independen dalam kancah hubungan internasional. Bahkan Donald K. Emerson memandang bahwa politik luar negeri bebas aktif telah menempatkan Indonesia sebagai kekuatan regional dan penyuara Dunia Ketiga dalam arena politik dan ekonomi global.

Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat mengalami naik turun. Hal ini tergantung oleh pimpinan kedua negara. Presiden Sukarno bisa dibilang  kurang baik hubungannya dengan pimpinan Amerika Serikat. Berbeda dengan Presiden Soeharto yang justru membangun hubungan baik dengan Amerika Serikat terutama dalam bidang ekonomi.

Pasca runtuhnya rezim Soeharto membawa efek buruk dalam berbagai banyak hal, Indonesia mengalami krisis multidimensional. Indonesia kehilangan kepercayaan internasional termasuk dalam hal ini oleh Amerika Serikat. Selama masa transisi terjadi tiga kali pergantian kekuasaan. Masa ini bisa dibilang masa yang kurang stabil karena dalam tempo enam tahun ada tiga penguasa yang berbeda, yang tentunya pergantian kekuasaan biasanya berganti juga corak kebijakannya terutama dalam hal politik luar negeri.

Bisa Dilihat Presiden Megawati Soekarno Putri kurang begitu harmonis hubungannya dengan Amerika Serikat. Berbeda dengan halnya Presiden Abdurrahman Wahid yang hubungannya dekat dengan Amerika Serikat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pertama yang dipilih rakyat langsung mempunyai hubungan yang manis dengan Amerika Serikat.

Sumber:

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Singkat Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel